web site counter
Sekali Ibu, Tetap Ibu

Sekali Ibu, Tetap Ibu

Tanpa alarm, tanpa paksaan. Wanita paruh baya itu selalu bangun pukul tiga.
Kabut pun masih malas beranjak, namun rindunya akan munajat malam selalu menanjak. Didoakannya suami dan anak-anaknya satu persatu.
Ia mungkin hanya Ibu rumah tangga biasa, yang jauh dari gengsi dunia apalagi gelenyar mewah sosialita.
Namun doa tulusnya selalu berhasil membuka pintu langit, menyelamatkan keluarganya di saat-saat sulit.
Masih tanpa alarm, dan tanpa paksaan. Wanita di rumah lain terbangun di jam yang sama.
Menyiapkan berbagai keperluan kerja dan bekal untuk suami dan anaknya.
Sebanyak mungkin ia sisipkan cinta, pada baju yang disetrika dan makanan untuk dibawa.
Pundi-pundi rupiah yang ia hasilkan bukan untuk foya-foya dirinya, melainkan untuk penghidupan kerabat yang membutuhkan.
Di balik tembok rumah lain, seorang wanita tidur jauh lebih malam.
Adonan jajan pasarnya sudah rapi, siap digoreng esok pagi hari.
Ia menatap lekat wajah anaknya yang sudah lelap, meminta maaf untuk setiap irisan waktu yang tidak bisa dipergunakan untuk bermain bersama.
Bukan karena ia tidak mau, tapi karena ia tau bahwa tagihan-tagihan selalu menunggu.
(Mantan) suaminya semudah itu berlalu, meninggalkan petak kehidupan yang perlu diisi dengan keringat perjuangan.
Sementara seorang wanita lain terduduk kuyu, lagi-lagi hasil test pack-nya memvonis sendu.
Keguguran berulang membuatnya pilu, belum lagi pertanyaan “kapan” yang membuatnya jemu.
Padahal di luar sana ia sering membantu anak saudara yang tak mampu, laku dan sikapnya sudah pantas membuatnya menjadi Ibu.
Tuhan hanya sedang menggoda batas sabarnya untuk menunggu.
=====
Kau tetap Ibu, sekalipun sehari-hari berdaster dan jauh dari polesan skincare bermutu.
Tanpa alis terukir dengan presisi, kau tetap ayu berseri. Ikhlasmu mundur dari gemerlap dunia, demi membangun pondasi anak dari tangan pertama.
Biarkan Tuhan meracik pahala untukmu, biarkan mereka mencibir betapa konvensionalnya pemikiranmu.
Sungguh surga adalah untuk mereka, yang kuat dalam tirakat dunia.
Kau tetap Ibu, sekalipun dunia menculik kehadiranmu dari waktu ke waktu.
Tapi kau pastikan niat bekerjamu lurus untuk kemaslahatan keluargamu, kau pastikan terpenuhi kewajiban utamamu.
Ada prioritas yang tidak selalu bisa ditakar pemirsa, pun pilihan bekerja adalah agar bermanfaat bagi sesama.
Mainkan peranmu, pilihanmu, tanggung jawabmu.
Kau tetap Ibu, sekalipun peran ganda Ayah kau pikul pada bahu dan benakmu.
Titipkan anakmu pada penjagaan Tuhan, pada kasih sayang dan pelukan yang selalu bisa kau sediakan.
Percayalah bahwa kekuatan kadang hanya perlu dipantik, abaikan mereka yang mencelamu dalam kritik.
Kaulah Ibu, dengan gayamu dan perjuanganmu. Anak-anakmu sungguh akan tumbuh segesit peluru.
Kau tetap Ibu, sekalipun Tuhan menunda hadirnya bayi mungilmu.
Karena menjadi Ibu bukan hanya soal keturunan biologis, namun juga berbagi kasih sayang secara psikis.
Kemuliaan dan pengabdian selalu bisa kita bagikan, pada setiap jiwa dimanapun mereka bertebaran.
Pahamilah bahwa Tuhan mungkin menciptakanmu, untuk menawarkan rengkuhan yang lebih banyak dari jumlah jemarimu.
=====
Karena setiap dari mereka yang terlahir dengan kepemilikan rahim dan kromosom XX, adalah mereka yang akan menjadi Ibu dengan prediksi perannya yang berubah-ubah seiring waktu. Maka pujalah mereka, syukuri keberadaannya, muliakan perlakuan atasnya.
Karena setinggi-tingginya cinta adalah yang diterjemahkan dalam doa, maka pintakan keberkahan untuk para Ibu dan para calon Ibu.
Cukupkan penghakiman kita atas pilihan saudara wanita yang berseberangan dengan pilihan kita, kita tidak pernah tau benar seberapa krusial kehidupan yang harus ia bela.
Mengeja kata Ibu adalah tentang merumuskan kesederhanaan, teladan, sahaja, dan perjuangan membesarkan pendatang baru kehidupan.
Mengeja kata Ibu adalah tentang berjibaku pada masa hormonal, menjinakkan ego personal, menguatkan lebih dari satu dua nyawa dalam semangat yang kebal.
Ibu, semoga Tuhan selalu menghitung ikhtiarmu sebagai rangkaian kunci pembuka pintu surgamu.
Sekali Ibu, tetaplah Ibu. Teruskan dan genapkan pengabdianmu.
Ini bukan tentang sekedar memperingati satu hari khusus untuk Ibu, tapi tentang meresapkan betul bahwa yang mereka kerjakan adalah untuk dilanjutkan dan ditiru.
Melambungkan segenap doa untuk para Ibu dan calon Ibu ❤️


sumber:
https://www.facebook.com/nafila.rahmawati/