web site counter
10 Cara Memperbanyak dan Memperlancar ASI Secara Alami

10 Cara Memperbanyak dan Memperlancar ASI Secara Alami

Banyak ibu yang berpikir bahwa jumlah ASI yang diproduksi tidak mencukupi. Ini merupakan salah satu alasan paling sering yang menyebabkan kegagalan menyusui ASI eksklusif.(1, 2)

Anggapan itu sebenarnya kurang tepat. Hampir semua ibu dapat memproduksi ASI dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan setiap bayinya. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah bayi Anda mendapatkan ASI dengan jumlah yang cukup adalah melihat kenaikan berat badan bayi Anda. Selama berat badan bayi Anda naik, itu menandakan bayi Anda mendapatkan ASI dengan jumlah yang cukup. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika pada beberapa hari awal, berat bayi Anda tidak naik atau malah justru menurun. Jika berat badan bayi Anda turun hingga 10 persen dari berat lahir, itu adalah hal yang normal. Beberapa hari kemudian berat bayi akan kembali naik selama mendapatkan ASI dengan jumlah yang adekuat.(3)

Apakah Bayi Anda mendapatkan ASI dengan jumlah yang cukup?

Kecukupan jumlah produksi ASI tidak hanya dapat dinilai dari kenaikan berat badan bayi. Anda juga dapat menilainya dari perilaku bayi setelah menyusui dan seberapa banyak buang air kecil bayi. Jika bayi mendapatkan cukup ASI, bayi akan relaks dan puas setelah menyusu dan melepas sendiri dari payudara ibu. Bayi juga akan buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna air kencing yang tidak pekat dan bau tidak menyengat. Hal tersebut bisa Anda perhatikan pada popok bayi saat mengganti popok.

Penyebab Penurunan Produksi ASI

Normalnya, setiap ibu akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Namun ada beberapa keadaan yang menyebabkan produksi ASI tidak adekuat. Sebagian besar, merupakan gangguan produksi sementara. Namun, ada beberapa kondisi medis yang memerlukan konsultasi dengan dokter. Meskipun begitu, masalah sebenarnya bukanlah seberapa banyak Anda dapat memproduksi ASI, namun seberapa banyak bayi Anda bisa mendapatkan ASI tersebut. Kadang kala, Anda memiliki produksi ASI yang cukup adekuat, namun bayi Anda tidak bisa mendapatkan dan meminumnya dengan baik.

Bagaimana cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI?

Produksi ASI merupakan sebuah proses penyesuaian antara suplai dan kebutuhan. Jika Anda ingin memperbanyak suplai ASI, Anda harus memahami bagaimana ASI diproduksi. Untuk meningkatkan dan memperlancar suplai ASI, kunci utamanya adalah mengeluarkan lebih banyak ASI dan melakukannya lebih sering sehingga ASI yang terakumulasi dalam payudara lebih sedikit. Hal itu akan memberikan sinyal ke dalam tubuh ibu untuk meningkatkan suplai ASI.

Berikut ini 10 hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produksi dan memperlancar ASI

1. Inisiasi Menyusu Dini
Biarkan bayi menyusu sesegera mungkin setelah bayi lahir terutama dalam 1 jam pertama (inisiasi dini), karena bayi baru lahir sangat aktif dan tanggap dalam 1 jam pertama dan setelah itu akan mengantuk dan tertidur. Bayi mempunyai refleks menghisap (sucking reflex) sangat kuat pada saat itu. Jika ibu melahirkan dengan operasi kaisar juga dapat melakukan hal ini (bila kondisi ibu sadar, atau bila ibu telah bebas dari efek anestesi umum). Proses menyusui dimulai segera setelah lahir dengan membiarkan bayi diletakkan di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit kulit. Bayi akan mulai merangkak untuk mencari puting ibu dan menghisapnya. Kontak kulit dengan kulit ini akan merangsang aliran ASI, membantu ikatan batin (bonding) ibu dan bayi serta perkembangan bayi.

2. Yakinkan bahwa hanya ASI makanan pertama dan satu-satunya bagi bayi anda.
Tidak ada makanan atau cairan lain (seperti gula, air, susu formula) yang diberikan, karena akan menghambat keberhasilan proses menyusui. Makanan atau cairan lain akan mengganggu produksi dan suplai ASI, menciptakan bingung puting, serta meningkatkan risiko infeksi

3. Pastikan bayi Anda menyusu dengan efektif dan efisien.

Jika bayi Anda dapat menyusu dengan baik dan benar, ini merupakan bagian dari langkah mengeluarkan lebih banyak ASI dari payudara. Jika ASI tidak dikeluarkan dari payudara secara efektif, akan lebih banyak ASI yang tersisa di payudara. Hal ini seakan-akan memberikan sinyal kepada tubuh bahwa suplai ASI sudah terlalu banyak dalam memenuhi kebutuhan ASI sehingga tubuh akan menurunkan produksi ASI. Agar bayi Anda dapat menyusu dengan efektif, posisi dan perlekatan saat menyusui adalah hal yang paling penting. Masalah perlekatan dan posisi menyusui merupakan masalah yang sering menyebabkan kebutuhan ASI tidak mencukupi. Bayi merasa tidak puas dan ia ingin menyusu dengan durasi yang kurang adekuat ataupun malah lebih lama. Normalnya bayi akan menyusu dengan durasi 5 hingga 30 menit dalam satu sesi menyusui. Jika proses menyusu berlangsung lebih dari 30 menit atau kurang dari 5 menit, mungkin ada masalah. Oleh karena itu, perlekatan dan posisi menyusui adalah hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa bayi Anda bisa mendapatkan ASI secara efisien.

4. Susui bayi Anda sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi.

Biarkan bayi Anda menyusu sesuai yang dia inginkan, minimal 8 kali dalam 24 jam. Bayi sebaiknya disusui sesering dan selama bayi menginginkannya bahkan pada malam hari. Bahkan, menyusui pada malam hari membantu mempertahankan suplai ASI karen hormon prolaktin dikeluarkan terutama pada malam hari. Beberapa bayi baru lahir terlihat sering mengantuk dan lebih jarang menyusui. Anda harus membangunkannya agar bisa menyusui lebih sering. Mulai dari lahir hingga usia 3 bulan, merupakan waktu emas untuk membentuk kebiasaan tidur bayi yang baik.

5. Susui bayi hingga payudara kosong

Susui bayi pada salah satu payudara hingga bayi mengosongkannya baru kemudian bergantian dengan payudara yang lain. Menyusui hingga payudara kosong akan memberikan kesempatan pada bayi Anda untuk mendapatkan seluruh komponen ASI dari foremilk hingga hindmilk. Selain itu, payudara yang kosong akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.

6. Sebisa mungkin, hindari dot

Beberapa keadaan medis dapat menyebabkan bayi membutuhkan minuman tambahan. Sebisa mungkin, berikan tambahan dengan sendok atau cup karena dot bisa menyebabkan bingung puting.(4)

7. Jadilah ibu yang bahagia

Lakukan hobi Anda, istirahat yang cukup, makan dengan gizi yang seimbang, dan lakukan hal-hal yang akan membuat bahagia. Rasa bahagia yang dialami ibu akan meningkatkan produksi hormon prolaktin. Sebaliknya, stres dan rasa cemas akan menurunkan produksi hormon prolaktin yang akan mempengaruhi produksi ASI. Susui bayi Anda dengan penuh kasih sayang karena perasaan kasih sayang juga akan meningkatkan produksi ASI. Sering-seringlah berinteraksi dengan bayi. Celotehan dan tangisan bayi tersebut akan meningkatkan hormon yang mengatur produksi ASI. Dukungan ayah dalam pengasuhan bayi juga sangat penting dalam keberhasilan menyusui. Ayah dapat menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau disendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain, mendendangkan bayi dan membantu pekerjaan rumah tangga.(5)

8. Pijat bayi dan Pijat bayi

Pijat oksitosin merupakan pemijatan pada sepanjang tulang belakang hingga setinggi rongga dada untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Pijat ini bisa dilakukan oleh tenaga profesional seperti fisioterapi saat di rumah sakit ataupun oleh suami maupun keluarga. Pijatan ini juga mempengaruhi faktor psikologis ibu sehingga lebih relaks dan lebih nyaman. Perasaan yang nyaman dan rileks ini akan memicu produksi hormon oksitosin yang akan memperlancar suplai ASI.(6)

Pijat bayi akan membangun keterikatan perasaan antara ibu dan bayi. Sentuhan dari ibu saat memijat bayi juga dapat membuat bayi lebih lahap menyusu. Hal itu tentunya akan meningkatkan produksi dan memperlancar ASI.

9. Pertimbangkan untuk melakukan Pumping

Lakukan pumping setelah bayi selesai menyusui akan sangat membantu dalam memastikan produksi dan suplai ASI lancar. Hal ini akan sangat penting jika bayi Anda belum bisa menyusu secara efisien. Sembari terus memperbaiki masalah menyusui seperti perlekatan dan posisi yang kurang benar, Anda dapat memompa ASI jika bayi Anda belum bisa menyusu hingga payudara kosong. Tujuan pumping ini adalah untuk mengeluarkan lebih banyak ASI dari payudara dan untuk meningkatkan frekuensi payudara kosong. Dengan begitu, tubuh akan membuat sinyal bahwa produksi dan suplai ASI perlu ditingkatkan. Segera berikan hasil pumping tersebut kepada bayi dengan sendok atau cup.

10. Pertimbangkan Galactagogue atau suplemen booster ASI

Beberapa zat baik obat maupun suplemen herbal terbukti dapat meningkatkan produksi dan memperlancar ASI. Zat yang dapat memperbanyak ASI ini disebut galactagogue. Saat ini sudah banyak tersedia suplemen untuk memperlancar ASI dalam bentuk yang bervariasi. Anda dapat membaca artikel ini untuk mempertimbangkan konsumsi suplemen penambah ASI.

1. Otoo GE, Lartey AA, Perez-Escamilla R. Perceived incentives and barriers to exclusive breastfeeding among periurban Ghanaian women. Journal of human lactation : official journal of International Lactation Consultant Association. 2009;25(1):34-41.
2. F M, J T, L F. Infant feeding survey 2010: summary. In: Centre HaScI, editor. 2012.
3. Roesli U, Yohmi E. Manajemen Laktasi: IDAI; 2013 [updated 26 Agustus 2013; cited 2017]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi.
4. A F, K N, M D. Cup feeding versus other forms of supplemental enteral feeding for newborn infants unable to fully breastfeed. Cochrane; 2016 [updated 31 Agustus 2016]. Available from: http://www.cochrane.org/CD005092/NEONATAL_cup-feeding-versus-other-forms-supplemental-enteral-feeding-newborn-infants-unable-fully-breastfeed.
5. M W. Influence of the maternal anatomy and physiology on lactation. Breastfeeding management for the clinician: using the evidence. 2nd ed ed. Sudbury, Massachussetts:: Jones and Bartlett Publishers 2011.
6. Morhenn V, Beavin LE, Zak PJ. Massage increases oxytocin and reduces adrenocorticotropin hormone in humans. Alternative therapies in health and medicine. 2012;18(6):11-8.