web site counter
Jangan Bikin Mama Marah Ya!

Jangan Bikin Mama Marah Ya!

1. Memang tidak semua orang tua marah pada anaknya, tapi pada umumnya semua kita mengalami “perjuangan” membesarkan dan mengasuh anak.
Kita umumnya cemas dan kawatir bagaimana nanti “jadinya”anak kita. Hal ini membuat kita tak sengaja terlalu fokus pada anak sehingga lupa, bila sudah terlalu kawatir kita jadi kurang memperhatikan diri kita sendiri dan hilang kendali emosi.

2. Tolong jangan HANYA fokus pada anak, tapi fokus pada diri anda sendiri dulu.
Seperti kita mengantar kan anak kesekolah dengan kendaraan: mobilkah atau motor, siapa yang mengendalikan kendaraan? Anak atau kita? Begitulah seharusnya. Jadi selesaikan dulu urusan dengan diri sendiri.

3. Berjuanglah untuk tetap memiliki kendali atas pikiran dan perasaan kita sebagai orang tua.
Marah bukan tidak boleh, tetapi bila keseringan dan merupakan kebiasaan untuk berespons terhadap anak akan berakibat tidak baik bukan hanya bagi hubungan ortu anak tetapi juga terhadap “well being” nya. Karena marah tidak menyelesaikan masalah apalagi disertai kata kata yang tajam, bentakan dan hukuman fisik.

4. Mengendalikan diri dari marah juga harus dengan ilmu.
Bahwa perubahan pertama yang dilakukan adalah terhadap diri sendiri. Kemudian harus meningkatkan ilmu agama selain dari ilmu pengasuhan. Pastilah dalam agama kita masing masing ada ketentuan dan aturan tentang mengendalikan marah sebagai salah satu sifat yang diciptakan ada dalam diri kita. Kalau tidak, kita tak akan berperang dengan diri sendiri dan dengan sekeliling kita bila kesalahan, kedhaliman , kemungkaran terjadi.

Dalam Islam, bila seseorang marah dia hendaknya menahan amarahnya dan memaafkan (3:134 ; 42: 37).bahkan dalam surah At Thagabun disebutkan bahwa : Wahai orang orang yang beriman, Sesungguhnya diantara istri istrimu dan anak anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan, jangan marah serta ampuni mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Bagaimana kita mampu melakukan semua itu : Memaafkan, tidak marah dan mengampunkan kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita sendiri?

Kalau hubungan ortu anak didasarkan dengan banyak marah dan teriak maka akan jadi bagaimanalah hubungan tersebut nantinya.
Allah Maha Tahu akan apa yang Dia ciptakan. Mengapa kita harus maafkan anak kita dan sebaiknya tidak marah ? Kan otaknya belum bersambungan? Mereka membutuhkan: dikasih tahu tentang banyak hal : baik buruk , salah benar, boleh tidak boleh, halal dan haram dll. Untuk itu mereka sangat membutuhkan bimbingan, arahan yang penuh kasih sayang. Bukan Marah dan teriakan!

Rasulullah saw dimintai wasiat yang singkat dan padat oleh seorang sahabat : Jariyah bin Qudamah ra .Rasulullah mengatakan: “Engkau Jangan marah!” (HR Buchari)

Hadist lain Rasulullah mengajarkan bila seorang marah hendaknya dia DIAM, sehingga terhindar dari mengeluarkan kata kata yang tidak patut dan keji.
Karena marah adalah bara yang dilemparkan syaithan kedalam hati anak Adam sehingga ia mudah emosi,dadanya membara,urat syaraf menegang, wajah memerah dan terkadang ungkapan dan tindakannya tidak masuk akal.

Rasulullah juga bersabda : Kalau seseorang marah dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya dia duduk.Bila masih marah : berbaring. Bila masih marah juga sebaiknya di berwudhu.

Cara lain yang dianjurkan Rasulullah adalah mengucapkan : A’u dzubillahi minasyaithanir rajim…
Jadi kita telah diajarkan berbagai cara untuk mengendalikan diri kita dari amarah dan juga telah telah diberi tahu “ganjarannya” yaitu sabda Rasulullah :
a. Jangan kamu marah maka kamu akan masuk syurga”
b. Barangsiapa menahan amarah, padahal dia mampu melakukannya, maka pada hari kiamat Allah akan memanggilnya dihadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.

Masih mau marah juga ? Ya Ampuuun!!!

Jadi teman teman, perjuangan terbesar kita bukanlah bagaimana menghadapi dan membatasi anak kita dari pengaruh buruk TV, Internet, Pornografi, Miras dan Narkoba dan pergaulan bebas, tapi perjuangan mengatasi reaksi emosi kita sendiri!

Kalau kita ingin berpengaruh terhadap anak kita, Kontrol reaksi emosi!. Kita harus yaqqin bahwa kita bisa kok memilih reaksi emosi mana yang akan kita tunjukkan.
Pengasuhan adalah bisnis yang TIDAK BOLEH GAGAL!.

Kalau anda sudah kepenuhan dan sangat lelah, ini tips yang paling mudah : Duduklah bersandar, ingat anjuran Rasulullah untuk diam. Pandang anak anda dengan kasih, tarik nafas panjang dan dalam lalu hembuskan. Lakukan beberapa kali sambil katakan dalam hati anda: “Benar benar yah nih anaakkkkk… otaknya belum sempurna bersambungan!!”

Senyummm……
Senyum, kata seorag ahli, membuat otot pipi berkerut, menghentikan aliran oksigen dari pembuluh darah yang satu ke pembuluh darah berikutnya, sehingga menyebabkan batang otak menjadi dingin dan kondisi itu memproduksi serotonin. Seretonin anti agresivitas…

Jadi gak mungkin sambil tersenyum anda menghampiri anak anda mencubit, memarahi atau membentaknya . iya khan?

Selamat berjuang mengatasi reaksi emosi yang negatif dan berhentilah bilang : ”Jangan sampe bikin ayah/mama marah ya !” dengan wajah berang dan mata melotot….


sumber:
https://www.facebook.com/groups/1657787804476058/